Jangan Menyerah....
Ketika Anda mengalami kegagalan,
maka segeralah mulai kembali bermimpi.
Dan mimpikanlah mimpi baru.
- Soichiro Honda -
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Soichiro Honda
Berawal dari sebuah dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah.
Seorang anak bernama Soichiro Honda.
Dia bukanlah siswa yang pandai.
Pada saat gurunya menerangkan pelajaran,
Honda sering melamun dan berkhayal tentang penemuan-penemuan,
terutama yang berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Kecintaannya terhadap mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi alat pertanian.
Kala ia bermain, ayahnya selalu memberikan kakak tua untuk mencabut paku.
Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Selain itu, bersepeda juga merupakan kegemarannya di masa kanak-kanak.
Pada usia 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sepeda pancal dengan model rem kaki.
Sepeda ciptaannya diberi nama "Yume" (dream).
Diusia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart Shokai Company.
Bossnya, Saka Kibara, sangat senang dengan cara kerjanya.
Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin.
Enam tahun bekerja di situ membuat wawasannya tentang mesin bertambah.
Akhirnya pada usia 21 tahun, Saka Kibara membuka kantor cabang di Hamamatsu dan Honda bekerja disana.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik.
Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain.
Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Dia menciptakan ruji (jari-jari) mobil yang terbuat dari logam.
Sebelumnya, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik dalam meredam goncangan.
Setelah melepaskan diri dari bossnya, Honda ingin mendirikan bengkel sendiri.
Dia membuat ring piston yang dihasilkan sendiri oleh bengkelnya.
Setelah beberapa kali ditolak, akhirnya berkat kerja keras desain ring pistonnya diterima oleh Toyota.
Dengan bekal kontrak yang diterima dari Toyota, dia berniat mendirikan pabrik.
Tapi niat itu kandas, karena siap perang,
pemerintah Jepang tidak dapat memberikan dana kepada masyarakat.
Honda tidak menyerah, dia nekad mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar hingga dua kali.
Bersama karyawannya, dia kembali mendirikan pabrik.
Tanpa diduga gempa bumi menghancurkan pabriknya, hingga memaksa dia untuk menjual pabriknya ke Toyota.
Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan sepeda pancalnya.
Dia memasang motor kecil pada sepeda itu.
Siapa sangka, sepeda bermotor tersebut diminati oleh para tetangga.
Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu.
Para tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.
Lalu Honda mendirikan pabrik sepeda motor.
Sejak saat itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya.
Motor Honda menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.
- disarikan dari berbagai sumber -
maka segeralah mulai kembali bermimpi.
Dan mimpikanlah mimpi baru.
- Soichiro Honda -
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Soichiro Honda
Berawal dari sebuah dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah.
Seorang anak bernama Soichiro Honda.
Dia bukanlah siswa yang pandai.
Pada saat gurunya menerangkan pelajaran,
Honda sering melamun dan berkhayal tentang penemuan-penemuan,
terutama yang berhubungan dengan permesinan karena ia sangat suka dengan mesin.
Kecintaannya terhadap mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi alat pertanian.
Kala ia bermain, ayahnya selalu memberikan kakak tua untuk mencabut paku.
Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Selain itu, bersepeda juga merupakan kegemarannya di masa kanak-kanak.
Pada usia 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sepeda pancal dengan model rem kaki.
Sepeda ciptaannya diberi nama "Yume" (dream).
Diusia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart Shokai Company.
Bossnya, Saka Kibara, sangat senang dengan cara kerjanya.
Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin.
Enam tahun bekerja di situ membuat wawasannya tentang mesin bertambah.
Akhirnya pada usia 21 tahun, Saka Kibara membuka kantor cabang di Hamamatsu dan Honda bekerja disana.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik.
Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain.
Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Dia menciptakan ruji (jari-jari) mobil yang terbuat dari logam.
Sebelumnya, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik dalam meredam goncangan.
Setelah melepaskan diri dari bossnya, Honda ingin mendirikan bengkel sendiri.
Dia membuat ring piston yang dihasilkan sendiri oleh bengkelnya.
Setelah beberapa kali ditolak, akhirnya berkat kerja keras desain ring pistonnya diterima oleh Toyota.
Dengan bekal kontrak yang diterima dari Toyota, dia berniat mendirikan pabrik.
Tapi niat itu kandas, karena siap perang,
pemerintah Jepang tidak dapat memberikan dana kepada masyarakat.
Honda tidak menyerah, dia nekad mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar hingga dua kali.
Bersama karyawannya, dia kembali mendirikan pabrik.
Tanpa diduga gempa bumi menghancurkan pabriknya, hingga memaksa dia untuk menjual pabriknya ke Toyota.
Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan sepeda pancalnya.
Dia memasang motor kecil pada sepeda itu.
Siapa sangka, sepeda bermotor tersebut diminati oleh para tetangga.
Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu.
Para tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.
Lalu Honda mendirikan pabrik sepeda motor.
Sejak saat itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya.
Motor Honda menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.
- disarikan dari berbagai sumber -
Komentar