mimpilah dari sekarang....
Jika Anda yakin Anda akan menjadi kurus, Anda akan makan dengan benar.
Jika Anda yakin bahwa Anda akan berhasil, Anda akan mencari kesempatan.
Jika Anda yakin bahwa Anda akan kaya, Anda akan melakukan investasi.
Jika Anda yakin akan mencapai impian-impian Anda, Anda akan mengejarnya ...
- Edwin Louis Cole -
Charles Darrow
Adalah seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki mimpi kalau suatu hari nanti,
ia akan menjadi jutawan.
Impiannya itu diceritakannya pada kekasih tercinta.
Kemudian, mimpi itu menjadi milik mereka berdua sampai akhirnya menikah.
Sayangnya, kebahagiaan rumah tangga yang baru dibangun itu tidak berlangsung lama.
Apa yang tengah dirasakannya bagai terenggut dari kehidupan mereka.
Krisis ekonomi yang parah membuat mereka harus kehilangan pekerjaan,
rumah mereka digadaikan, dan persediaan uang kian menipis.
Si pemilik mimpi ini pun menjadi putus asa.
Ia kerap duduk seorang diri seolah menyesali dan menangisi apa yang menimpa kehidupannya.
Bahkan menyarankan agar sang istri meninggalkannya karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari dirinya.
Bayang-bayang kehancuran pun kian kerap membuntutinya.
Untunglah ia memiliki istri yang sangat luar biasa.
Dengan penuh kasih sayang sang istri selalu dekat dan menguatkannya.
Tanpa bosan meyakinkan suaminya, bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati,
dan suatu hari nanti mereka bisa mencapainya.
"Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita selalu hidup,"
begitulah yang diucapkan kepada suaminya.
"Tetap hidup?" jawab sang suami,
"Impian kita telah mati! Kita telah gagal!"
Istrinya tidak mau percaya kalau impian mereka telah mati,
dan sama sekali tidak ingin menguburnya.
Untuk tetap menjaga impian tersebut,
ia mengajak suaminya untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu hari nanti mereka menjadi jutawan.
Keduanya lalu melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.
Waktu terus berlalu, dan suami istri ini masih melakukan kegiatan yang sama.
Hingga suatu hari si pemilik mimpi ini mempunyai ide yang sangat brilian.
Menciptakan permainan uang.
Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli,
jika seseorang memiliki uang, misalnya tanah, gedung, rumah, dan lain-lain.
Gagasan ini terus mereka matangkan.
Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil,dan sebagainya.
Itulah permainan Monopoli.
Sang pemilik mimpi Charles Darrow dan istrinya, Esther,
kemudian menjual permainan ini kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar.
Impian menjadi jutawan pun terwujud.
Jika Anda yakin bahwa Anda akan berhasil, Anda akan mencari kesempatan.
Jika Anda yakin bahwa Anda akan kaya, Anda akan melakukan investasi.
Jika Anda yakin akan mencapai impian-impian Anda, Anda akan mengejarnya ...
- Edwin Louis Cole -
Charles Darrow
Adalah seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki mimpi kalau suatu hari nanti,
ia akan menjadi jutawan.
Impiannya itu diceritakannya pada kekasih tercinta.
Kemudian, mimpi itu menjadi milik mereka berdua sampai akhirnya menikah.
Sayangnya, kebahagiaan rumah tangga yang baru dibangun itu tidak berlangsung lama.
Apa yang tengah dirasakannya bagai terenggut dari kehidupan mereka.
Krisis ekonomi yang parah membuat mereka harus kehilangan pekerjaan,
rumah mereka digadaikan, dan persediaan uang kian menipis.
Si pemilik mimpi ini pun menjadi putus asa.
Ia kerap duduk seorang diri seolah menyesali dan menangisi apa yang menimpa kehidupannya.
Bahkan menyarankan agar sang istri meninggalkannya karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari dirinya.
Bayang-bayang kehancuran pun kian kerap membuntutinya.
Untunglah ia memiliki istri yang sangat luar biasa.
Dengan penuh kasih sayang sang istri selalu dekat dan menguatkannya.
Tanpa bosan meyakinkan suaminya, bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati,
dan suatu hari nanti mereka bisa mencapainya.
"Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita selalu hidup,"
begitulah yang diucapkan kepada suaminya.
"Tetap hidup?" jawab sang suami,
"Impian kita telah mati! Kita telah gagal!"
Istrinya tidak mau percaya kalau impian mereka telah mati,
dan sama sekali tidak ingin menguburnya.
Untuk tetap menjaga impian tersebut,
ia mengajak suaminya untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu hari nanti mereka menjadi jutawan.
Keduanya lalu melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.
Waktu terus berlalu, dan suami istri ini masih melakukan kegiatan yang sama.
Hingga suatu hari si pemilik mimpi ini mempunyai ide yang sangat brilian.
Menciptakan permainan uang.
Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli,
jika seseorang memiliki uang, misalnya tanah, gedung, rumah, dan lain-lain.
Gagasan ini terus mereka matangkan.
Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil,dan sebagainya.
Itulah permainan Monopoli.
Sang pemilik mimpi Charles Darrow dan istrinya, Esther,
kemudian menjual permainan ini kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar.
Impian menjadi jutawan pun terwujud.
Komentar