kura2

Kura-kura

Alkisah, di tepian sungai sebuah hutan, tampak seekor kura-kura sedang berjalan.
Ketika itu, kemudian sahabatnya, seekor pelanduk, datang menyapa,
"Hai Kura-kura, apa kabar pagi ini ?"
"Hai juga pelanduk," jawab kura-kura dengan nada kurang bersemangat.
"Yah...beginilah aku. Jalanku perlahan dan tidak mungkin bisa berlari secapat dirimu."
Terselip rasa iri pada si kura-kura terhadap kelebihan yang dimiliki pelanduk dibandingkan dirinya.
Namun, pelanduk tidak menanggapinya, karena ada yang lebih penting yang ingin disampaikan.
"Sobat, seisi hutan sedang resah saat ini.
Raja hutan sedang mengerang kelaparan dan mulai mencari mangsa.
Duh, giliran siapa ya yang akan menjadi santapannya kali ini ?
Jujur saja, aku kasihan kepadamu.
Jalanmu begitu lambat pastilah memudahkan sang raja mengejar dan memangsamu."
Mendengar berita itu, dengan suara memelas si kura-kura memohon, agar pelanduk dapat mengajari cara berlari.
Pelanduk setuju, dan sejak saat itu, kura-kura rajin berlatih berlari cepat seperti yang diajarkan pelanduk.
Sayang, meskipun sudah berusaha keras, ia tetap saja tidak bisa berlari seperti pelanduk.
Hingga saatnya sang raja hutan datang ke tempat kura-kura berada.
Melihat datangnya ancaman, kura-kura berusaha berlari.
Namun, jalan si kura-kura justru menarik perhatian raja hutan.
Sambil mengeluarkan erangan menakutkan ia pun menangkap si kura-kura.
Saking takutnya, si kura-kura akhirnya pasrah.
Dia hanya menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam tempurung sambil memejamkan mata.
Cukup lama si raja hutan mencoba memukul dan memecah tempurung itu.
Tapi, tempurung itu ternyata sangat kuat, laksana batu.
Karena itu, si raja hutan menyerah dan meninggalkan kura-kura.
Melihat hal itu, monyet di atas pohon berteriak nyaring kepada kura-kura.
"Hai kura-kura, bahaya sudah berlalu!"
Serasa tidak percaya, si kura-kura perlahan menjulurkan kepalanya keluar.
"Huah, aku selamat!" katanya kegirangan.
"Benar engkau selamat! Engkau sungguh hewan yang sangat beruntung
karena tempurung perlindunganmu menempel di tubuh.
Jika bahaya mengancam, engkau tidak perlu lari seperti pelanduk.
Tidak perlu memanjat pohon seperti kami, asal engkau diam berarti selamat.
Karena sesungguhnya setiap mahluk hidup memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing."
Sambil tertunduk malu si kura-kura menjawab.
"Ya benar sobat. Terimakasih atas nasihatmu.
Sekarang aku tahu, tidak ada yang perlu disesali menjadi seekor kura-kura.
Tidak harus menjadi seperti mahluk lain.
Ternyata, aku juga mahluk yang memiliki kelebihan istimewa yang tidak dimiliki oleh mahluk lain."
- Andrie Wongso -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Menjadi Pemimpin Sejati

burung