sebutir pasir
Banyak orang memiliki kelebihan yang potensial yang bisa membawa kemajuan,
namun gara-gara kelemahan kecil yang tidak diperhatikan dan diremehkan,
justru gagal di tengah jalan.
- Andrie Wongso -
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Sebutir Pasir
Dikisahkan, ada seorang pendaki gunung yang sangat terkenal
karena kemampuannya menaklukkan hampir semua gunung tertinggi di setiap negara.
Penakluk gunung ini terkenal dengan keberaniannya mengambil rute pendakian yang sulit dan menantang.
Selain itu, ia dikenal selalu mempunyai kesiagaan fisik dan mentalitas prima dalam menghadapi resiko.
Kehebatan dia juga diimbangi dengan kecintaan pada lingkungan hidup.
Hal itulah yang membuatnya memperoleh penghargaan dari berbagai organisasi.
Suatu kali ia diwawancara oleh sebuah stasiun televisi.
Sang reporter bertanya,
"Anda terkenal dengan keberanian dan kehebatan saat menghadapi marabahaya,
dan mampu berhasil mengatasinya hingga ke puncak gunung.
Yang ingin kami tahu, apakah Anda benar-benar tidak mengenal rasa takut ?
Dan bila ada, apa yang Anda takuti ?"
"Memang saya akui, menaklukkan setiap gunung adalah tantangan yang tidak bisa saya lewatkan.
Di setiap pendakian ada banyak hal yang telah saya hadapi.
Binatang buas, semak belukar penuh duri, jurang dan bukit yang curam dengan bebatuan cadas yang sulit ditaklukkan.
Namun sebenarnya, semua itu bukanlah hal yang menakutkan buat saya." kata sang pendaki.
"Ada satu hal kecil yang pernah membuat saya benar-benar takut!"
"Apa itu ?" sergah sang reporter.
"Anda ingin tahu apa yang saya takutkan ?
Bukan gunung, bukan pula binatang atau jurang, tetapi sebutir pasir!" sebut sang pendaki.
"Bagaimana Anda yang sangat hebat justru bisa takut dengan sebutir pasir ?"
"Suatu ketika, karena kelalaian saya, sebutir pasir tanpa sengaja masuk ke dalam kaos kaki yang saya kenakan.
Dan tanpa sadar, butir pasir tersebut masuk ke sela-sela kuku.
Jari kaki saya menjadi membengkak, infeksi, dan bahkan hampir diamputasi.
Hampir saja saya tidak bisa lagi menggunakan kaki yang menjadi modal utama dalam saya mendaki.
Sejak saat itu saya tahu, penghalang kesuksesan bukan pada gunung yang tinggi.
Tetapi pada hal remeh yang tidak kita sadari, yakni sebutir pasir yang seakan tidak tampak di mata"
- Andrie Wongso -
namun gara-gara kelemahan kecil yang tidak diperhatikan dan diremehkan,
justru gagal di tengah jalan.
- Andrie Wongso -
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Sebutir Pasir
Dikisahkan, ada seorang pendaki gunung yang sangat terkenal
karena kemampuannya menaklukkan hampir semua gunung tertinggi di setiap negara.
Penakluk gunung ini terkenal dengan keberaniannya mengambil rute pendakian yang sulit dan menantang.
Selain itu, ia dikenal selalu mempunyai kesiagaan fisik dan mentalitas prima dalam menghadapi resiko.
Kehebatan dia juga diimbangi dengan kecintaan pada lingkungan hidup.
Hal itulah yang membuatnya memperoleh penghargaan dari berbagai organisasi.
Suatu kali ia diwawancara oleh sebuah stasiun televisi.
Sang reporter bertanya,
"Anda terkenal dengan keberanian dan kehebatan saat menghadapi marabahaya,
dan mampu berhasil mengatasinya hingga ke puncak gunung.
Yang ingin kami tahu, apakah Anda benar-benar tidak mengenal rasa takut ?
Dan bila ada, apa yang Anda takuti ?"
"Memang saya akui, menaklukkan setiap gunung adalah tantangan yang tidak bisa saya lewatkan.
Di setiap pendakian ada banyak hal yang telah saya hadapi.
Binatang buas, semak belukar penuh duri, jurang dan bukit yang curam dengan bebatuan cadas yang sulit ditaklukkan.
Namun sebenarnya, semua itu bukanlah hal yang menakutkan buat saya." kata sang pendaki.
"Ada satu hal kecil yang pernah membuat saya benar-benar takut!"
"Apa itu ?" sergah sang reporter.
"Anda ingin tahu apa yang saya takutkan ?
Bukan gunung, bukan pula binatang atau jurang, tetapi sebutir pasir!" sebut sang pendaki.
"Bagaimana Anda yang sangat hebat justru bisa takut dengan sebutir pasir ?"
"Suatu ketika, karena kelalaian saya, sebutir pasir tanpa sengaja masuk ke dalam kaos kaki yang saya kenakan.
Dan tanpa sadar, butir pasir tersebut masuk ke sela-sela kuku.
Jari kaki saya menjadi membengkak, infeksi, dan bahkan hampir diamputasi.
Hampir saja saya tidak bisa lagi menggunakan kaki yang menjadi modal utama dalam saya mendaki.
Sejak saat itu saya tahu, penghalang kesuksesan bukan pada gunung yang tinggi.
Tetapi pada hal remeh yang tidak kita sadari, yakni sebutir pasir yang seakan tidak tampak di mata"
- Andrie Wongso -
Komentar